Lakalantasdi Jalan Sindang Laut Kanci Cirebon, Mahasiswi Tewas Tertabrak Truck Tangki BBM dari IRT Jadi Pengusaha setelah Suami Tewas Kecelakaan. Makna di Balik Logo Amazon, Kenapa antara Huruf A dan Z Ada Tanda Panah? 02 Agustus 2022 | 15:09 WIB. Tanpa Ijin Orang Tua, Warga Banyumas ini Bawa Kabur ABG Cirebon. Tanpa ijin dari orang
Kecelakaandi Tol Palikanci hari ini di Km 195.800 Jalur B arah Cirebon menuju arah Jakarta. Kecelakaan di Tol Palikanci Hari Ini Sementara penumpang kendaraan Suzuki Carry meninggal dunia dan pada kedua kendaraan mengalami kerusakan.
. Laporan Wartawan Ahmad Imam Baehaqi CIREBON - Menjelang Idul Adha, ratusan hewan ternak di Kabupaten Cirebon dinyatakan positif terjangkit Lumpy Skin Disease LSD atau biasa disebut lato-lato. Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, mengatakan, hingga kini tercatat 451 ekor ternak yang terjangkit lato-lato. Menurut dia, seluruh ternak terjangkit penyakit lato-lato yang didominasi sapi tersebut tersebar di 82 desa di 32 kecamatan se-Kabupaten Cirebon. "Dari data kami, sebaran lato-lato ini berada di wilayah 32 kecamatan dari total 40 kecamatan se-Kabupaten Cirebon," kata Encus Suswaningsih saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Sabtu 10/6/2023. Ia mengatakan, Kecamatan Gebang mencatatkan jumlah kasus terbanyak yang mencapai 57 ekor, dan paling sedikit satu kasus masing-masing di Kecamatan Greged, dan Kecamatan Sumber. Selain itu, pihaknya mencatat dari total 10 kasus lato-lato di Kecamatan Gunungjati terdapat seekor ternak yang dipotong paksa, dan empat di antaranya dinyatakan sembuh. Kasus lato-lato di Kecamatan Babakan juga cukup tinggi, yakni mencapai 49 ekor, dan di Kecamatan Pabedilan juga tercatat sebanyak 38 kasus, dan di Kecamatan Gempol 32 kasus. Baca juga Cegah Penyakit Lato-Lato, Sapi di Kota Bandung Divaksin Gratis, Hewan Sehat Warga Nyaman "Di Kecamatan Beber, Susukanlebak, Karangwareng, Ciledug, Arjawinangun, dan Talun juga kasusnya berkisar antara 20 - 28 ekor," ujar Encus Suswaningsih. Ia menyampaikan, di kecamatan lainnya, yakni Dukupuntang, Mundu, Pasaleman, Pangenan, Pabuaran, dan Waled, jumlah kasusnya paling banyak hanya mencapai belasan ekor. Sementara di Kecamatan Astanajapura, Tengahtani, Plered, Plumbon, Palimanan, Depok, Losari, Karangsembung, Sedong, Klangenan, Lemahabang, Kaliwedi, dan Susukan relatif rendah, yakni kurang dar 10 ekor. "Dari awal merebak, penyakit lato-lato ini paling banyak menjangkiti hewan ternak di wilayah Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon," kata Encus Suswaningsih. * Baca juga Jelang Idul Adha, Hampir Sapi di Purwakarta Divaksin agar Terhindar dari Penyakit Lato-lato Silakan baca berita terbaru lainnya, klik GoogleNews
kecelakaan di plumbon cirebon hari ini